Sabtu, 28 Januari 2017

SANG PUAN DALAM BAYANGAN


SANG PUAN DALAM BAYANGAN

Terbesit dibenak kuh tentang dirimu wahai perempuankuh, bayangan dirimu selalu bisa melewati setiap kedipan matakuh, kau yang masih menjadi tanda tanya siapa nanti dirimu, siapa kau yang selalu melewati kedipan matakuh. Aku mendambakanmu, mendambakan kasihmu, sifat yang selalu kuh rindukan walaupun kuh tidak tahu siapa dirimu. Kau begitu indah di pikiran kuh, sikapmu yang lugu matamu yang meluluhkan setiap amarahkuh  seakan-akan tidak ada perempuan seindah dirimu. Jujur kau sekarang sudah menjadi teka-teki di dalam pikirankuh, rangkaian wajahmupun masih membayang seperti halnya mimpi yang masih sama-samar sehingga hari ini hatipun sudah seperti kompas yang terus melacak arah jalan.
Malam ini kau masuk kepikiran kuh lagi bercerita tentang hari itu bahwa nanti kita akan bersama layaknya merpati yang tidak mau berpisah, tidak terlalu tinggikah hayalanmu itu wahai perempuankuh karena kuh takut ketinggian yang akan menjatuhkan kuh. Kaupun masih bersajak di pikirankuh hanya bisa mendongeng tetapi belum bisa untuk menjadi nyata. Aku tidak mau hanya terus berhayal tentang dirimu, bermimpikan kisah cinta yang semu beserta lugu, jangan pernah kau janjikan aku tentang kisah itu sebab aku tidak mau terjebak oleh masa lalu yang dulu pernah singgah di pikirankuh. Hidup ini terlalu singkat jika aku terus memikirkanmu wahai perempuan kuh, kisahkuh dan kisahmu terlampau jauh untuk memikirkan masa depan itu.
Wahai perempuankuh sang bidadari berwangikan parfum surga sampai kapan kau terus membayangi pikiran ini, aku bosan jika kau hanya  menjadi kisah dongeng yang belum tentu benar adanya. Aku bukan anak kecil lagi yang kau dongengkan terus tertidur dan aku juga tidak mau terjebak dengan hayalanmu yang bersifat semu. Bangun-bangunkan hayalan-hayalan yang kau janjikan tentang kisah kita yang nantinya berakhir indah, aku tidak membutuhkan angan-angan tentang bayangmu, aku ingin engkau menjadi nyata yang hanya di pertemukan kepada aku, aku yang menunggumu yang merindukan setiap kasih dan sayangmu.
Sekali lagi aku hanya ingin menyatakan bahwa hidup ini terlalu singkat untuk memikirkanmu tapi terlalu sulit untuk melupakan sosok sepertimu, cinta, sayang, atau apalah namanya itu, karena kuh tidak pandai untuk mengungkpkan setiap kata maka izinkanlah hati ini berjumpa walau hanya sedetik atau hanya selintas mata wahai engkau perempuankuh.

Rabu, 25 Januari 2017

AYAH KENAPA KITA TERLAMPAU MUNAFIK


AYAH KENAPA KITA TERLAMPAU MUNAFIK

Di suatu sore ketika senja muncul setelah berhentinya hujan di sore itu,ada seorang anak duduk di pondokkan sawah sambil menunggu ayah di sampingnya mencangkul, anak itu menatap lugu langit dengan raut wajah yang begitu serius sambil memandang pelangi yang begitu indah dengan sekian banyak perbedaan warna, ada wajah yang tersenyum simpuh di sore itu sambil berkata, Ayah pelangi begitu indah dengan sekian banyak perbedaan warnanya. Sambil tersenyum simpuh melihat anak yang bertanya sang ayahpun menjawab. Anakku seandainya kita seperti pelangi kira-kira kamu mau menjadi warna apa, sang anakpun bersaut menjawab pertanyaan Ayahnya. Akau memilih warna putih ayah dan sang ayah pun tiba-tiba berhenti sejenak ketika mancangkul lalu memalingkan wajah kepada sang Anak dan menjawab, kenapa harus putih anakkuh bukankah tidak ada putih di warna pelangi ? sang anak menjawab dengan begitu polosnya dengan berkata, karena tidak ingin berbeda kalau hanya akan menimbulkan sebuah perpecahan dari setiap warna.sang ayah memberhentikan pekerjaannya sejenak dengan menuju ke arah anaknya dan sambil merangkul sang anak ayahpun berkata. Anakkuh terkdang menjadi berbeda perlu tapi bukan berarti untuk menimbulkan sebuah perselisihan melainkan sebuah pilihan, ketika bisa menghargai perbedaan orang lain maka dari situlah arti dari kata berbeda sebenarnya, kita manusia terlampu munafik mengakui keindahan pelangi tapi kita lupa akan perbedaan dari setiap umat manusia, sang anakpun memalingkan wajahnya ke arah sang ayah seraya berkata kenapa harus seperti itu ayah ?. Nak ketika hidupmu di beri pilihan pilihlah yang menurutmu benar terlepas ada yang menilai salah atau tidak biarkanlah, toh mereka hanya manusia bukan Tuhan yang telah menciptakanmu.
" LIFE IS CHOICE "

TANGAN KOTOR PELEMPAR LUMPUR

TANGAN KOTOR PELEMPAR LUMPUR

Tahun demi tahun kemajuan teknologi merupakan sebuah momok perkembangan dari sebuah kehidupan peradaban manusia, pencapaian ini merupakan dari sebuah proses yang terus menerus di kembangkan sehingga mempermudah pekerjaan manusia dari fungsi pekerjaan. Di balik sebuah perkembangan yang besar ini manusia leluasa dalam mencari sebuah informasi dalam berbagai hal baik itu berbentuk baca’an., gambar dan lain sebagainya. Seperti halnya hewan ketika sudah terlalu mudah di jinakkan maka hewan itu akan mudah di gunakan berbagai banyak orang, baik itu perbuatan berbentuk positif maupun hal negatif, mungkin seperti itulah teknologi sekarang ini, karena penyebaran informasi yang terlalu mudah meluas dan sulit untuk dibedakan yang realita dan yang mana terlihat nyata.
Dunia maya merupakan salah satu hasil produk dari sebuah teknologi yang kita nikmati saat ini, di dunia maya masyarakat bebas menyebarkan semua bentuk informasi baik dari pribadi, orang lain ataupun berbagai macam bentuk berita, semua berlomba-lomba untuk selalu aktif dan inomatif dalam segala hal informasi. Informasi merupakan sebuah bacaan yang bisa mengandung berbagai macam informasi dari setiap tulisannya dan apa yang terjadi sekarang informasi seakan-akan sudah menjadi salah bentuk peluru yang siap untuk menembak target yang akan di bunuhnya, informasi yang saling tembak ke sana sini merupakan sebuah bentuk kepentingan yang dilakukan oleh mereka yang mempunyai setiap kepentingan dibalik kepentingan.
Hoax, hoak sebuah berita bohong yang menjadi perbincangan serius oleh penguasa, dan kita semua berterik hoax tapi belum kita juga semua benar, tapi sayangnya semua ingin kebenaran itu karena berbagai macam alasan serta kepentingan. Sekarang masyarakat di sajikan dengan berbagai macam berita yang seperti melempar lumpur sehingga bisa memecah berbagai macam perspektif. Perbedaan iya, terkadang di perlukan tapi bukan berarti untuk memecah belah, melainkan untuk mengevaluasi yang  sebelumnya ada.
Ras, suku, agama, budaya dan sebagainya di jadikan tameng dari setiap pertingkaian dan sekali lagi iya kita semua benar dengan segala tindak tanduk yang kita lakukan tapi tidak semuanya bisa di selesaikan dengan saling melempar lumpur, maka dari itu sudah sepatutnya kita menyadari bahwa terlihat berbeda bukan untuk  terpecah belah melainkan mengakui  keindahan dari setiap perbedaan.
Agama merupakan sebuah keyakinan yang sewajibnya kita bela, tapi hindarilah buntut dari sebuah nafsu kepentingannya.
Seperti apa yang yang dikatakan Ahmad Wahib di dalam bukunya Pergolakan Pemikiran Islam “Aku bukan nasionalis, bukan sosialis, aku bukan budha, bukan protestan, buka westernis, aku bukan komunis, aku bukan humanis, aku adalah semuanya. Mudah-mudahan inilah yangdi sebut muslim”.