IYA,KITA,KITA YANG HANYA BISA SEPERTI PONOTON BAYARAN
Pertengkaran,perkelahian
atau apalah namanya itu, terbesit sekarang tentang apa yang terjadi saat ini,
detik in, hari ini, semua seperti semutyangkeluar dari sarangnya karena
terganggun rumahnya,dan seperti anai-anai yang beterbangan dikarenakan terbakar
sarangnya. Kita yang tergerak, baik akan kepentingan, politik, agama, budaya,
suku dan sebagainya tergerak untuk melakukan pembelaan atas ketidakterimaan
yang terjadi, mereka yang menamakan berjuang
atas agama, budaya, suku bangsa dan sebagainya merupakan sebuah hal yang lumrah terjadi dan
kecurigaan merupakan hal yang wajar juga terjaditapi terlepas daripada itu apapun yang kita
lakukan baik besar ataupun kecil maka akan selalu menjadi pertanyaan dari
sekian banyak orang.
Kita
indonesia terdiri dari suku bangsa, budaya dan bahasa dan diberkahi dengan
sekian banyak perbedaan agama, itulah wajah negara kita yang penuh dengan
sekian banyak warna. Kita selalu mengaku keindahan pelangi tapi terkdang lupa
untuk mengakui keindahan perbedaan kita yang seperti pelangi, dan mungkin itu
juga salah satu sifat manusia yang penuh akan ketidaksempurnaan.
Wahai
berita kepada kawan ingin aku sampaikan
keindahan pelangi kita bernama indonesia yang penuh dengan warna dan penuh akan
budaya, tidakkah kita bangga akan akan hal itu karena tidak semua pelangi
mempunyai sekian banyak warna seperti itu. Kita hidup di atas tanah yang di
bangun dari darah pejuang berbagai warna,di wariskan dengan sekian banyak
cerita, mungkin tulisan ini tidak terlihat seperti nasionalis, agamis ataupun
komunis, karena seperti kata soe hok gie jika hidup hanya di berikan dua
pelihan maka aku memilih pilihan ketiga yaitu merdeka dari kebisingan apapun, bukan bermaksud tidak
memihak tapi seperti apa yang telah diwariskan sebaik-baik urusan maka yang
paling baik adalah yang moderat (adil).
Wahai
kawan masih ingatkah kita kalau dulu kita pernah mempunyai kontribusi besar
terhdap tanah yang kita tempati sekarang ini, tapi entah kenapa sekarang engkau
terlena akan kecanggihan dunia yang seakan-akan menghinotis pekiranmu, masih
ingatkah kita kisah yang lampau yang sering kita dengar, dongeng yang pernah
diceritakan ketika kita masih belia. Apakah kau lupa wahai kawan, atau kau
pura-pura lupa, aku ingin engkau membuka matamu kembali kalau kita masih ada
tugas yang sampai saat ini harus kita selesaikan. Kita tidak akan terus
selamanya menjadi wahai kawanku karena adakalanya kita harus menjadi pemain
yang untuk mengatur semuanya.
Wahai
kawan ku jangan kau rusak pelangi ini dengan teriakkan mu yang bisa memisahkan pelangi sekarang ini, jangan karena ada
kepentingan sekarang ini kaulakukan segala cara untuk mewujudkan kepentingan
mu. Tidakkah kau tahu sekarng kita selalu pertandingan yang sewaktu-waktu bisa
membuat kitaterpisah karena segelintir kepentingan semata, hidup memang patut
untuk di perjuangkan tapi bukan berarti segalau cara harus dilakukan.
Wahai
kawanku jangan jadikan momen ini sebagai keuntungan terhadap kepentingan mu,
jangan kau jadikan agama kita sebagai pertaruhan terhadap kepentingan, tidak
seharusnya agama kita kau masukkan ke dalam lumpur kotor mu.tahukah wahai kawan
ku jika manusia berbicara tentang kayakinan maka akan banyak spekulasi yang
bermunculan, tidak seharusnya wahai kawan ku kau jadikan alat untuk mewujudkan
semuanya. Biarkan agama tetap berada di dalam koridornya jangan kau campur
adukan semuanya, karena bukan Tuhan ataupun Nabi yang berhak berbicara mendalam
tentang agama kita.
Wahai
kawanku sekali lagi aku sampaikan jangan masukkan agama ke dalam pentas drama
yang tak jelas ujungnya, jika engkau ingin bertarung maka bertarunglah
selayaknya seorang satria yang bermodalakn ketangkasan dan kecerdasanmu,
tunjukkan bahwa kau memang seorang kesatria.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar