Jumat, 07 Februari 2020



IYA,KITA,KITA  YANG HANYA BISA SEPERTI PONOTON BAYARAN


Pertengkaran,perkelahian atau apalah namanya itu, terbesit sekarang tentang apa yang terjadi saat ini, detik in, hari ini, semua seperti semutyangkeluar dari sarangnya karena terganggun rumahnya,dan seperti anai-anai yang beterbangan dikarenakan terbakar sarangnya. Kita yang tergerak, baik akan kepentingan, politik, agama, budaya, suku dan sebagainya tergerak untuk melakukan pembelaan atas ketidakterimaan yang terjadi, mereka yang menamakan berjuang  atas agama, budaya, suku bangsa dan sebagainya  merupakan sebuah hal yang lumrah terjadi dan kecurigaan merupakan hal yang wajar juga terjaditapi  terlepas daripada itu apapun yang kita lakukan baik besar ataupun kecil maka akan selalu menjadi pertanyaan dari sekian banyak orang.
Kita indonesia terdiri dari suku bangsa, budaya dan bahasa dan diberkahi dengan sekian banyak perbedaan agama, itulah wajah negara kita yang penuh dengan sekian banyak warna. Kita selalu mengaku keindahan pelangi tapi terkdang lupa untuk mengakui keindahan perbedaan kita yang seperti pelangi, dan mungkin itu juga salah satu sifat manusia yang penuh akan ketidaksempurnaan.
Wahai berita kepada kawan ingin  aku sampaikan keindahan pelangi kita bernama indonesia yang penuh dengan warna dan penuh akan budaya, tidakkah kita bangga akan akan hal itu karena tidak semua pelangi mempunyai sekian banyak warna seperti itu. Kita hidup di atas tanah yang di bangun dari darah pejuang berbagai warna,di wariskan dengan sekian banyak cerita, mungkin tulisan ini tidak terlihat seperti nasionalis, agamis ataupun komunis, karena seperti kata soe hok gie jika hidup hanya di berikan dua pelihan maka aku memilih pilihan ketiga yaitu merdeka  dari kebisingan apapun, bukan bermaksud tidak memihak tapi seperti apa yang telah diwariskan sebaik-baik urusan maka yang paling baik adalah yang moderat (adil).
Wahai kawan masih ingatkah kita kalau dulu kita pernah mempunyai kontribusi besar terhdap tanah yang kita tempati sekarang ini, tapi entah kenapa sekarang engkau terlena akan kecanggihan dunia yang seakan-akan menghinotis pekiranmu, masih ingatkah kita kisah yang lampau yang sering kita dengar, dongeng yang pernah diceritakan ketika kita masih belia. Apakah kau lupa wahai kawan, atau kau pura-pura lupa, aku ingin engkau membuka matamu kembali kalau kita masih ada tugas yang sampai saat ini harus kita selesaikan. Kita tidak akan terus selamanya menjadi wahai kawanku karena adakalanya kita harus menjadi pemain yang untuk mengatur semuanya.
Wahai kawan ku jangan kau rusak pelangi ini dengan teriakkan mu yang bisa memisahkan  pelangi sekarang ini, jangan karena ada kepentingan sekarang ini kaulakukan segala cara untuk mewujudkan kepentingan mu. Tidakkah kau tahu sekarng kita selalu pertandingan yang sewaktu-waktu bisa membuat kitaterpisah karena segelintir kepentingan semata, hidup memang patut untuk di perjuangkan tapi bukan berarti segalau cara harus dilakukan.
Wahai kawanku jangan jadikan momen ini sebagai keuntungan terhadap kepentingan mu, jangan kau jadikan agama kita sebagai pertaruhan terhadap kepentingan, tidak seharusnya agama kita kau masukkan ke dalam lumpur kotor mu.tahukah wahai kawan ku jika manusia berbicara tentang kayakinan maka akan banyak spekulasi yang bermunculan, tidak seharusnya wahai kawan ku kau jadikan alat untuk mewujudkan semuanya. Biarkan agama tetap berada di dalam koridornya jangan kau campur adukan semuanya, karena bukan Tuhan ataupun Nabi yang berhak berbicara mendalam tentang agama kita.
Wahai kawanku sekali lagi aku sampaikan jangan masukkan agama ke dalam pentas drama yang tak jelas ujungnya, jika engkau ingin bertarung maka bertarunglah selayaknya seorang satria yang bermodalakn ketangkasan dan kecerdasanmu, tunjukkan bahwa kau memang seorang  kesatria.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar