Selasa, 01 November 2016

APATISME DRAMA POLITIK


Apatisme Drama Politik
Meluasnya apatisme pemuda dalam situasi poltik yang membingungkan kepala membuat para pemuda indonesia mengambil kesimpulan awam yang memberikan dampak negatif peran politik dalam kesenjangan suatu negara. Drama politik yang semakin berkelanjutan seperti sinetron yang terus bersambung menjadi sebuah pemadangan yang tidak enak di lihat di mata sehingga menimbulkan sebuah pemikiran negatif bagi para pemuda, sehingga membuat meraka menjauh dari yang namanya pembicaraan politik. Hal- hal semcam ini sehrusnya menjadi refleksi bersama baik dari badan eksekutif, legeslatif dan yudikatif dalam melihat situasi yang bisa menjadi pemutusan generasi pemuda untuk menjadi politisi negarawan yang cinta akan negaranya, karena bebicara tentang publik figur atau politisi bukan hanya soal kecerdasan ataupun pandai dalam beretorika tetapi bagaimana memberikan sebuah contoh teladan yang baik bagi para generasi ke depannya.
Jika kita menulusuri apa itu yang namanya  politik dan berpikir untuk menjauhi yang namnya poltik, maka itu adalah sebuah kesalahan keliru, kenapa ? Karena berbicara tentang politik maka kita berbicara tentang sebuah keputusan untuk kehidupan di masa mendatang, karena kita hidup di suatu negara dengan berbagai keputusan poltik dan kita bisa membeli makanan dengan harga murah itu karena keputusan politik. Jadi tidak ada kata yang bisa kita jauhi dari yang namanya politik. Politik bukan hanya soal bagaimana kita mendapatkan kekuasaan dan menjadi kaya, tetapi bagaimana kita menggunakan kekuasaan itu sebagai sebuah amanah yang harus kita emban supaya bisa menimbulkan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat banyak.
Seorang aktivis 66, Soe Hok Gie mengatakan “ Poltik ibarat lumpur kotor tapi apabila kita harus terjun maka terjunlah ” dari pernyataan ini bisa dikatakan kita tidak bisa menghindar dari kehidupan yang namanya politik. Ketika memang terjadi suatu permasalahan politik seharusnya kita sebagai para pemuda harus cerdas dalam menganalisa suatu kejadian yang sedang terjadi bukan bersikap seperti mobil yang melintas yang hanya sekedar melihat saja terus pergi. Permaslahan politik merupakan sesuatu yang bisa menjadi suatu pembelajaran atau drama politik yang sengaja di buat agar kita para msyarakat dan pemuda cerdas dalam menilai sesuatu sehingga bisa memberikan suatu pembelajaran politik untuk ke depannya.
Politik merupakan pemandangan yang kelam bagi mereka yang tidak mau bepikir .pusing terhadap kejadian suatu negara, kehidupan yang terobsesi dengan kemewahan, kegengsian yang melanda para pemuda dengan kepemilikan barang – barang mewah merupakan sebuah bukti terkikisnya kepedulian terhadap yang namanya politik dan kemaslahatan suatu bangsa. Apa yang terjadi dengan para pemuda ? apakah mereka sudah dininabobokan dengan sebuah keputusan politik atau kurangnya pembelajaran dalam berpolitik ? kejadian semacam ini seharusnya menjadi perhatian besar suatu lembaga negara dalam mengiringi para generasi bangsa supaya lebih perduli terhadap suatu bangsa ataupun lingkungan di sekitarnya, karena berbicara keberlangsungan hidup bukan saja berbicara tentang kebutuhan individual tapi bagaimana kita bisa memberikan manfaat bagi masyarakat dan negara.
Ditinjau dari suatu sejarah, pemuda mempunyai peran besar dalam mengiringi kemerdekaan indonesia sampai indonesia merdeka pada hari ini dan ini merupakan suatu bukti bahwa para pemuda dahulunya mempunyai sumbangsih besar terhadap suatu negara. Karena besarnya kontribusi pemuda pada saaat itu dalam mengiringi jalannya suatu negara dan juga menjadi pengawas terhadap jalannya suatu pemerintahan sehingga pada masa orde baru para pemuda seakan – akan menjadi suatu ancaman terhadap negaranya sendiri dan terbukti terjadinya peristiwa Malari pada tahun 1974 dan peristiwa trisakti tahun 1998 yang menyebabkan penculikan para mahasiswa dan berhasilnya para pemuda terkhususnya mahasiswa meruntuhkan masa orde baru dengan sekian banyak masalah KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme) yang di pimpin Oleh presiden Soeharto pada saat itu dan sekali lagi ini merupakan perjuangan yang begitu besar beserta bukti besar peran pemuda terkhususnya mahasiswa dalam mengiringi dan mengawasi jalannya suatu negara.
Perkembangan suatu teknologi yang merajelalan serta efek globalisasi menimbulkan sebuah efek negatif dan positifnya tersendiri terhadap perkembangan suatu pemuda Indonesia, apabila perkembangan ini tidak terorganisir dengan baik maka akan menjadi bumerang bagi pertumbuhan para pemuda indonesia dan hari ini kita merakasan efek dari bumerang yang kita khawatirkan sebelumnya yang menjadikan para pemuda memiliki pemikiran yang serba instan dan tidak mau melewati yang namanya suatu proses dalam mencapai sesuatu yang di inginkan. Gaya dan style menjajah pemikirin pemuda hari ini telah menjadi wabah virus yang merusak suatu perubahan berpikir pemuda yang dulunya kritis menjadi apatis dalam menyikapi suatu hal yang terjadi. Gaya yang kebarat- baratan, pemikiran yang serba instan menjadikan padamnya perjuangan pemuda dalam menganalisa permasalahan suatu bangsa.
Apa yang kita tuai saat – saat ini adalah “ ampas – ampas “  budaya barat (hedonisme, konsumtivisme) dan semangat kebersamaan timur yang salah arah (berlindung di balik kelompok, tidak mandiri, fantisme kelompok). Mengapa ? kita maunya “kompromi”, yang enak – enak kita jadikan satu sembari membuang yang jelek – jelek. Dengan naif, kita pikir kita akan mendapat yang terbaik. Kita lupa, salah satu sisi terkadang harus kita korbankan kalau kita ingin optimal di sisi lain. Kalau kita ingin mendidik individu menjadi lebih mandiri, rasional, kreatif, kompetitif, dan prestatif, kita harus membebaskannya dari kekangan kolektivitas yang terlalu membelenggu, dan itu bisa dikatakan liberal dan indevidualistik. Kita “ gamang “ menghadapinya, lantas kita buat semuanya menjadi ambigu, barat tidak, timur tidak, yang penting selamat. Nyatanya juga tidak selamat.
Partai politik adalah salah satu bagian dari sistem politik yang keberadaanya merupakan suatu keharusan , apabila suatu negara disebut sebagai negara demokrasi. Partai politik dalam suatu negara domokrasi mempunyai beberapa fungsi :
1.      Fungsi pendidikan politik
2.      Fungsi partisipasi politik
3.      Fungsi rekrutmen politik
4.      Fungsi komunikasi politik
Dari beberapa fungsi partai politik di atas, sudahkan Partai politik menjalankan fungsinya sebagai suatu pertai? hal semacam ini menjadi sebuah dilematis suatu partai dalam menjalan Tupoksi mereka masing – masing sebagai organisasi tertinggi di bawah negara. 
Munculnya berbagai macam partai baru memberikan sebuah pertanyaan besar, apakah mereka mampu menjalankan fungsi mereka sebagai partai politik atau hanya sebagai penghibur dan ikut meramaikan perampasan harta suatu negara ? dan ini memerlukan sebuah pembuktian yang harus menjadi sebuah PR bagi partai politik yang lama atapun yang baru terbentuk dalam memperoleh kepercayaan masyarakat dan kita sebagai masyarakat harus cerdas dalam mengiringi jalannya suatu negara yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia.
        



Tidak ada komentar:

Posting Komentar