Apatisme
Drama Politik
Meluasnya
apatisme pemuda dalam situasi poltik yang membingungkan kepala membuat para
pemuda indonesia mengambil kesimpulan awam yang memberikan dampak negatif peran
politik dalam kesenjangan suatu negara. Drama politik yang semakin
berkelanjutan seperti sinetron yang terus bersambung menjadi sebuah pemadangan
yang tidak enak di lihat di mata sehingga menimbulkan sebuah pemikiran negatif
bagi para pemuda, sehingga membuat meraka menjauh dari yang namanya pembicaraan
politik. Hal- hal semcam ini sehrusnya menjadi refleksi bersama baik dari badan
eksekutif, legeslatif dan yudikatif dalam melihat situasi yang bisa menjadi
pemutusan generasi pemuda untuk menjadi politisi negarawan yang cinta akan
negaranya, karena bebicara tentang publik figur atau politisi bukan hanya soal
kecerdasan ataupun pandai dalam beretorika tetapi bagaimana memberikan sebuah contoh
teladan yang baik bagi para generasi ke depannya.
Jika
kita menulusuri apa itu yang namanya
politik dan berpikir untuk menjauhi yang namnya poltik, maka itu adalah
sebuah kesalahan keliru, kenapa ? Karena berbicara tentang politik maka kita
berbicara tentang sebuah keputusan untuk kehidupan di masa mendatang, karena
kita hidup di suatu negara dengan berbagai keputusan poltik dan kita bisa
membeli makanan dengan harga murah itu karena keputusan politik. Jadi tidak ada
kata yang bisa kita jauhi dari yang namanya politik. Politik bukan hanya soal
bagaimana kita mendapatkan kekuasaan dan menjadi kaya, tetapi bagaimana kita
menggunakan kekuasaan itu sebagai sebuah amanah yang harus kita emban supaya
bisa menimbulkan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat banyak.
Seorang
aktivis 66, Soe Hok Gie mengatakan “ Poltik ibarat lumpur kotor tapi apabila
kita harus terjun maka terjunlah ” dari pernyataan ini bisa dikatakan kita
tidak bisa menghindar dari kehidupan yang namanya politik. Ketika memang
terjadi suatu permasalahan politik seharusnya kita sebagai para pemuda harus
cerdas dalam menganalisa suatu kejadian yang sedang terjadi bukan bersikap
seperti mobil yang melintas yang hanya sekedar melihat saja terus pergi.
Permaslahan politik merupakan sesuatu yang bisa menjadi suatu pembelajaran atau
drama politik yang sengaja di buat agar kita para msyarakat dan pemuda cerdas
dalam menilai sesuatu sehingga bisa memberikan suatu pembelajaran politik untuk
ke depannya.
Politik
merupakan pemandangan yang kelam bagi mereka yang tidak mau bepikir .pusing
terhadap kejadian suatu negara, kehidupan yang terobsesi dengan kemewahan,
kegengsian yang melanda para pemuda dengan kepemilikan barang – barang mewah
merupakan sebuah bukti terkikisnya kepedulian terhadap yang namanya politik dan
kemaslahatan suatu bangsa. Apa yang terjadi dengan para pemuda ? apakah mereka
sudah dininabobokan dengan sebuah keputusan politik atau kurangnya pembelajaran
dalam berpolitik ? kejadian semacam ini seharusnya menjadi perhatian besar
suatu lembaga negara dalam mengiringi para generasi bangsa supaya lebih perduli
terhadap suatu bangsa ataupun lingkungan di sekitarnya, karena berbicara keberlangsungan
hidup bukan saja berbicara tentang kebutuhan individual tapi bagaimana kita
bisa memberikan manfaat bagi masyarakat dan negara.
Ditinjau
dari suatu sejarah, pemuda mempunyai peran besar dalam mengiringi kemerdekaan
indonesia sampai indonesia merdeka pada hari ini dan ini merupakan suatu bukti
bahwa para pemuda dahulunya mempunyai sumbangsih besar terhadap suatu negara. Karena
besarnya kontribusi pemuda pada saaat itu dalam mengiringi jalannya suatu
negara dan juga menjadi pengawas terhadap jalannya suatu pemerintahan sehingga
pada masa orde baru para pemuda seakan – akan menjadi suatu ancaman terhadap
negaranya sendiri dan terbukti terjadinya peristiwa Malari pada tahun 1974 dan
peristiwa trisakti tahun 1998 yang menyebabkan penculikan para mahasiswa dan
berhasilnya para pemuda terkhususnya mahasiswa meruntuhkan masa orde baru
dengan sekian banyak masalah KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme) yang di pimpin
Oleh presiden Soeharto pada saat itu dan sekali lagi ini merupakan perjuangan
yang begitu besar beserta bukti besar peran pemuda terkhususnya mahasiswa dalam
mengiringi dan mengawasi jalannya suatu negara.
Perkembangan
suatu teknologi yang merajelalan serta efek globalisasi menimbulkan sebuah efek
negatif dan positifnya tersendiri terhadap perkembangan suatu pemuda Indonesia,
apabila perkembangan ini tidak terorganisir dengan baik maka akan menjadi
bumerang bagi pertumbuhan para pemuda indonesia dan hari ini kita merakasan
efek dari bumerang yang kita khawatirkan sebelumnya yang menjadikan para pemuda
memiliki pemikiran yang serba instan dan tidak mau melewati yang namanya suatu
proses dalam mencapai sesuatu yang di inginkan. Gaya dan style menjajah
pemikirin pemuda hari ini telah menjadi wabah virus yang merusak suatu
perubahan berpikir pemuda yang dulunya kritis menjadi apatis dalam menyikapi
suatu hal yang terjadi. Gaya yang kebarat- baratan, pemikiran yang serba instan
menjadikan padamnya perjuangan pemuda dalam menganalisa permasalahan suatu
bangsa.
Apa
yang kita tuai saat – saat ini adalah “ ampas – ampas “ budaya barat (hedonisme, konsumtivisme) dan
semangat kebersamaan timur yang salah arah (berlindung di balik kelompok, tidak
mandiri, fantisme kelompok). Mengapa ? kita maunya “kompromi”, yang enak – enak
kita jadikan satu sembari membuang yang jelek – jelek. Dengan naif, kita pikir
kita akan mendapat yang terbaik. Kita lupa, salah satu sisi terkadang harus
kita korbankan kalau kita ingin optimal di sisi lain. Kalau kita ingin mendidik
individu menjadi lebih mandiri, rasional, kreatif, kompetitif, dan prestatif,
kita harus membebaskannya dari kekangan kolektivitas yang terlalu membelenggu,
dan itu bisa dikatakan liberal dan indevidualistik. Kita “ gamang “
menghadapinya, lantas kita buat semuanya menjadi ambigu, barat tidak, timur
tidak, yang penting selamat. Nyatanya juga tidak selamat.
Partai
politik adalah salah satu bagian dari sistem politik yang keberadaanya merupakan
suatu keharusan , apabila suatu negara disebut sebagai negara demokrasi. Partai
politik dalam suatu negara domokrasi mempunyai beberapa fungsi :
1. Fungsi
pendidikan politik
2. Fungsi
partisipasi politik
3. Fungsi
rekrutmen politik
4. Fungsi
komunikasi politik
Dari beberapa fungsi
partai politik di atas, sudahkan Partai politik menjalankan fungsinya sebagai
suatu pertai? hal semacam ini menjadi sebuah dilematis suatu partai dalam
menjalan Tupoksi mereka masing – masing sebagai organisasi tertinggi di bawah
negara.
Munculnya
berbagai macam partai baru memberikan sebuah pertanyaan besar, apakah mereka
mampu menjalankan fungsi mereka sebagai partai politik atau hanya sebagai
penghibur dan ikut meramaikan perampasan harta suatu negara ? dan ini
memerlukan sebuah pembuktian yang harus menjadi sebuah PR bagi partai politik
yang lama atapun yang baru terbentuk dalam memperoleh kepercayaan masyarakat dan
kita sebagai masyarakat harus cerdas dalam mengiringi jalannya suatu negara
yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar