SANG
PUAN DALAM BAYANGAN
Terbesit dibenak kuh
tentang dirimu wahai perempuankuh, bayangan dirimu selalu bisa melewati setiap
kedipan matakuh, kau yang masih menjadi tanda tanya siapa nanti dirimu, siapa
kau yang selalu melewati kedipan matakuh. Aku mendambakanmu, mendambakan
kasihmu, sifat yang selalu kuh rindukan walaupun kuh tidak tahu siapa dirimu. Kau
begitu indah di pikiran kuh, sikapmu yang lugu matamu yang meluluhkan setiap amarahkuh
seakan-akan tidak ada perempuan seindah
dirimu. Jujur kau sekarang sudah menjadi teka-teki di dalam pikirankuh,
rangkaian wajahmupun masih membayang seperti halnya mimpi yang masih sama-samar
sehingga hari ini hatipun sudah seperti kompas yang terus melacak arah jalan.
Malam ini kau masuk
kepikiran kuh lagi bercerita tentang hari itu bahwa nanti kita akan bersama
layaknya merpati yang tidak mau berpisah, tidak terlalu tinggikah hayalanmu itu
wahai perempuankuh karena kuh takut ketinggian yang akan menjatuhkan kuh. Kaupun
masih bersajak di pikirankuh hanya bisa mendongeng tetapi belum bisa untuk
menjadi nyata. Aku tidak mau hanya terus berhayal tentang dirimu, bermimpikan
kisah cinta yang semu beserta lugu, jangan pernah kau janjikan aku tentang
kisah itu sebab aku tidak mau terjebak oleh masa lalu yang dulu pernah singgah
di pikirankuh. Hidup ini terlalu singkat jika aku terus memikirkanmu wahai
perempuan kuh, kisahkuh dan kisahmu terlampau jauh untuk memikirkan masa depan
itu.
Wahai perempuankuh sang
bidadari berwangikan parfum surga sampai kapan kau terus membayangi pikiran
ini, aku bosan jika kau hanya menjadi
kisah dongeng yang belum tentu benar adanya. Aku bukan anak kecil lagi yang kau
dongengkan terus tertidur dan aku juga tidak mau terjebak dengan hayalanmu yang
bersifat semu. Bangun-bangunkan hayalan-hayalan yang kau janjikan tentang kisah
kita yang nantinya berakhir indah, aku tidak membutuhkan angan-angan tentang
bayangmu, aku ingin engkau menjadi nyata yang hanya di pertemukan kepada aku,
aku yang menunggumu yang merindukan setiap kasih dan sayangmu.
Sekali lagi aku hanya
ingin menyatakan bahwa hidup ini terlalu singkat untuk memikirkanmu tapi
terlalu sulit untuk melupakan sosok sepertimu, cinta, sayang, atau apalah
namanya itu, karena kuh tidak pandai untuk mengungkpkan setiap kata maka
izinkanlah hati ini berjumpa walau hanya sedetik atau hanya selintas mata wahai
engkau perempuankuh.


